Ilmu Cinta

Dulu tak pernah ku tahu ilmu cinta. Hanya mendengar menikah tak sekedar tentang menyatukan tetapi harus ada ilmu. Salah satu ilmu itu adalah ilmu cinta yang tak pernah kita peroleh dibangku sekolah maupun kuliah.

Ilmu yang kuketahui dari kajian-kajian berbau rumah tangga yang kuikuti maupun aku dengar (rekaman atau youtube). Aku mengikuti kajian-kajian waktu itu bukan karena sudah mau nikah tapi ingin mempersiapkan saja. Nah… setelah sekarang menuju pernikahan akhirnya belajar lebih jauh terkait rumah tangga.

Sejujurnya proses menuju ini tidak lagi sulit, hati tak lagi goyah meski sempat terjadi. Kemantapan yang semakin kuat tak membuat banyak masalah. Namun, tetap saja perjalanan menuju ini melewati beberapa hal yang Continue reading

Datang Darimana Saja

Semalam sempat bercerita dengan orangtua sepulang kerja. Bahasannya tentang seorang bapak yang biasa menjemput anaknya. Kebetulan depan rumah kami ada sekolahan, dan  beberapa orangtua menunggu anaknya di halaman rumah kami.

Lantas ada apa dengan bapak yang menunggu anaknya tadi?

Bukan perihal dia bapak seperti apa dan anaknya seperti apa, melainkan tentang bapak itu berangkat ke Mekah untuk melaksanakan ibadah umroh. Dia berangkat umroh bukan dari tabungan sendiri melainkan rezeki yang Allah berikan tanpa diduga. Ibu saya cerita kalau dia berangkat karena mendapat undian saat mengikuti jalan sehat. Continue reading

Lidah Memang Tak Bertulang

lisan

Tak asing lagi kata-kata ‘lidah tak bertulang’ yang menjadi pengingat untuk kita lebih berhati-hati dalam berucap. Lidah memang tak bertulang, lidah bisa mendatangkan kebaikan dan keburukan. Kebaikan dengan berzikir kepada Allah SWT serta saling nasihat menasihati dalam hal kebaikan. Namun, lidah bisa menjadi bumerang, menyeret kita kepada hal-hal yang buruk apabila tak berhati-hati dalam berucap.

Lidah akan menjadi bencana apabila kita mengucapkan hal-hal tak bermanfaat. Continue reading

Aku, Kau, dan Dia

Aku tak pernah menginginkan untuk bertemu denganmu.

Allah yang tetapkan kita bertemu.

Akupun tak pernah berharap dekat denganmu.

Allah yang menempatkan kita dalam satu lingkungan.

Tak kusangka perjalanan kita telah sejauh ini, menghitung bulan untuk meraih kehidupan yang memenuhi setengah agama.

Menanti aku dan kau menjadi kita.

Jika memang ini yang terbaik untuk kita, maka akan dimudahkan segala jalan kita oleh-Nya.

Jika memang aku dan kau tidak berkah menjadi kita menurut-Nya, maka Dia punya cara-Nya sendiri untuk tidak menjadikan kita.

Karena langkah ini tak sekedar aku dan kau, tetapi aku, kau, dan Dia.

IPM Bangka Belitung

Tulisan ini tadinya berharap dimuat di koran, ternyata tak kunjung dimuat, jadi saya share di sini saja. Semoga bermanfaat…

Pembangunan Manusia Bangka Belitung Mengalami Kemajuan

     Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk) dan juga dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah. IPM adalah indeks yang mengukur pembangunan manusia dari tiga aspek yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowlegde), dan standar hidup layak (decent standatd of living).Angka IPM dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan memperhatikan tiga aspek tersebut. IPM diperkenalkan oleh United Nation Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. BPS juga mengadopsi perubahan metodologi penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting sejak tahun 2010 sehingga dari tahun 2010 angka IPM yang dikeluarkan BPS adalah angka IPM dengan menggunakan metode yang baru. Continue reading